Sabtu, 25 April 2009

Menjadi Remaja yang Sukses

Dikutip dari : Harian Bali Post, 07 Juli 2003

Kamis siang lalu, bersama dengan Bapak Merta Ada, saya baru saja menyelesaikan pelatihan Meditasi Kesehatan untuk remaja, di daerah Bogor, Jawa Barat. Tercatat 32 remaja ikut serta dalam pelatihan. Mereka datang dari berbagai tempat; Jakarta, Bogor, Bandung, Solo, dan Denpasar. Sebuah program uji coba yang ternyata mendapat sambutan menggembirakan dari berbagai pihak, terutama orangtua mereka.

Hasilnya, luar biasa. Secara jujur harus diakui bahwa meditasi akhirnya menjadi suatu kegiatan yang sangat menyenangkan bagi para remaja. Pada awalnya, mereka merasa tidak senang dengan kegiatan yang hanya dengan duduk berdiam diri dan mengamati napas. Bisa dimaklumi, secara umum, para remaja tersebut belum pernah melakukan meditasi. Mereka ikut karena anjuran orangtua, mungkin juga dengan sedikit paksaan, karena para orangtuanya telah mengetahui manfaatnya.

Pada hari keempat, mereka bisa bertahan dan mulai merasakan bahwa meditasi menyenangkan. Meditasi bukan lagi menjadi kegiatan yang menakutkan, membuat mereka tersiksa. Mereka dapat melakukan dengan baik. Bahkan dalam sebuah tugas untuk menulis urutan latihan, sebagian besar peserta dapat menulis dengan rinci. Ini dapat dipergunakan sebagai tolok ukur bahwa mereka telah mengetahui dan memahami meditasi.

Untuk remaja, meditasi diarahkan untuk melatih pikiran yang baik sehingga dapat memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dalam menghadapi segala hal yang terjadi dalam kehidupan ini. Kehidupan remaja bagaikan berada di pinggir sebuah hutan belantara. Segala sesuatu bisa terjadi ketika seseorang memasuki hutan belantara. Mereka bisa menjadi penjahat, yang melakukan tindak kejahatan kepada semua orang yang lewat. Mereka juga bisa menjadi pertapa, orang yang arif bijaksana, bermanfaat bagi orang lain.

Dengan melakukan meditasi secara rutin, sekitar 20 hingga 30 menit setiap harinya dan ditambah dengan pengertian baik lainnya; diharapkan mereka akan menjadi remaja yang sukses dalam segala bidang. Meditasi akan meningkatkan pikiran baiknya. Pikiran merupakan pelopor dari perbuatan. Orang yang berpikiran baik, tentu akan melakukan perbuatan baik dalam kehidupan ini.

Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan setiap hari --baik lewat pikiran, ucapan, muapun badan jasmani-- akan menimbulkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan memiliki kebiasaan untuk mengutamakan yang penting, bertanggung jawab pada diri sendiri, tidak hanya mementingkan diri sendiri, dan masih banyak yang lainnya. Kebiasaan baik ini diharapkan akan menimbulkan karakter yang baik; yang pada akhirnya dikatakan akan mengundang kebaikan lainnya.

Para remaja juga harus mempertimbangkan harapan yang ingin mereka raih dalam kehidupan ini. Jalan yang akan ditempuh masih panjang. Banyak harapan yang diinginkan. Banyak kondisi yang tidak diharapkan muncul dalam kehidupan ini. Mereka berada di persimpangan jalan, dengan sekian banyak cabang yang harus dipilih. Selama lima hari, mereka telah mendapatkan semuanya. Dari etika yang kadang-kadang terlupakan di rumah dan sekolah hingga menghitung karier dan cita-cita, dari kisah-kisah remaja yang ada hingga dongeng yang memberikan inspirasi untuk selalu berbuat baik.

Kamis lalu, mereka kembali ke rumah masing-masing. Mereka mengisi liburan sekolah ini dengan sejumlah kegiatan sambil menanti datangnya hari pertama sekolah, dua pekan mendatang. Pesan telah disampaikan. Latihan telah dilakukan. Yang mereka butuhkan hanyalah waktu untuk berlatih dan terus berlatih demi manfaat yang akan mereka peroleh.

Dalam jawaban dari daftar pertanyaan yang kami berikan, mereka mengakui bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Semoga manfaat tersebut dapat terus peroleh dalam kehidupan ini sehingga mereka semua menjadi remaja yang sukses. Yang jelas, manfaat tersebut hanya dapat terwujud dengan berlatih, karena itu para remaja agar tidak lupa untuk terus berlatih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar